Tuesday, January 20, 2015

Pentingnya Ilmu dan Amal

 "...niscaya Allah akan Mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat..." (al-Mujadilah: 11)

Mengapa Allah mengangkat derajat orang berilmu, hingga memberinya beragam kemuliaan. Yang diantara kemuliaan itu ialah bahwa mereka sebagai pewaris para Nabi. Kenapa?


Diantaranya yang bisa kita pahami ialah karena ilmulah sebagai penuntun amal. Dengan ilmu, amal akan terpandu, lurus sesuai apa yang dituju. Tanpa ilmu, ibadah kita kurang sempurna, bahkan terancam untuk tertolak. Dalam Islam sendiri dilarang taklid, atau pengikut buta. Disini kita semakin tau betapa pentingnya ilmu. Hingga Rasul memerintahkan umatnya untuk berkenan mencari ilmu sebanyak-banyaknya, hingga mati.

"Mencari ilmu itu wajib bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan"

"Carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat". begitu diantara pesan Rasulullah.

Lalu, disisi lain mengapa Allah menyuruh kita untuk beramal, yang jika tanpa 'amal seolah kita tiada artinya. Bahkan hingga kata 'amal  di sandingkan dengan iman. Misal, dalam surat al-'Ashr;

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan 'amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." 
Ini mengisyaratkan betapa pentingnya sebuah 'amal sebagaiman pentingnya iman. Mengapa? 

Sebab Allah tau, ilmu yang tiada amal adalah tak ada arti. Karena sejatinya ilmu itu untuk diamalkan, bukan sekedar "dikoleksi" dalam dada. Para shahabat Rasulullah tidak akan beranjak mempelajari ayat lain sebelum ilmu dalam ayat yang sudah ia pelajari itu diamalkan.Sehingga begitu wahyu turun, perintah allah dan Rasul-Nya sampai kepada mereka selalu akan disambut dengan "Sami'na wa 'atho'na". "Kami dengar dan kami taat", langsung diamalkan. tidak menunggu nanti, tahun depan atau nunggu jodoh datang. Tidak. Tapi seketika itu juga. Saat ilmunya telah sampai padanya.

Menurut Sayyid Qutb dalam bukunya Ma'alim fii ath-Thariq, Shahabat benar-benar memahami bahwa ilmu itu untuk diamalkan, bukan sekedar di jadikan wawasan yang memperkaya akal, namun sekali lagi; untuk diamalkan.Sehingga amal dan perbuatan mereka sesuai dengan ajaran Allah dan RasulNya. Sehingga rahmat Islam benar-benar menyinari alam.

Dalam hadith, Rasul menyatakan bahwa ilmu yg tdk diamalkan bagai pohon yg tidak berbuah. Gak ada hasilnya kan? ‪ #‎CatetItu‬

Misal, ilmunya buaanyak, tapi amalnya nol, manfaat bagi sesama tidak ada,  tidak peduli sama tetangga, dan lain-lain. Kata orang, "Mending ilmunya dikit tapi diamalkan. mending ilmunya dikit tapi bermanfaat bagi orang lain". Kataku, "Mending ilmunya buaanyak, amalnya buaanyak Mending ilmunya buaanyak, manfaat bagi orang lain juga tak terhitung buaanyaknya." :)

Dijalan yang berkilau, atas ilmu yg kita miliki, seberapapun itu mari segera amalkan. Sebelum kelak di hari pembalasan Allah mintai pertanggungjawaban. Selanjutnya, Allahlah yang Maha berilmu, Dialah yang Maha mengetahui dan menguasai atas segala sesuatu. Semoga Dia berkenan membimbing kita atas apa-apa yg belum kita tau.

Wallahu a'lam bish-showab.



‪#‎SaatnyaKemilau‬

Ahmad Zailani

No comments: