Dulu, setiap kali mengirim artikel
atau naskah buku ke penerbit, selalu nelpon Ibu dan minta beliau mendoakan,
"Doakan ya Bu, agar lolos dan diterbitkan."
Sang Ibu yang tidak pernah makan
bangku maupun dinding sekolahan, langsung bertanya lugu, "Emang maksudnya
diterbitkan itu bagaimana, Mas?"
Dengan cinta, dijelaskanlah maksud
kalimat tersebut, "Maksudnya, dicetak dan nantinya dijual supaya ilmu
bermanfaat. Biasanya, ada honor. Honornya buat Bue."
Beliaupun faham.
Sekarang, laporan kirim naskah dan
artikel itu, tak hanya ke Ibu. Tapi juga kepada teman tidur, "Dik, hari
ini Mas kirim naskah (artikel). Doakan agar terbit, ya."
Yang dilapori mengangguk ta'dhim dan
berucap lirih, "Aamiin. INsya Allah terbit,
oleh : Pirman
No comments:
Post a Comment