Monday, November 12, 2012

Menulis dengan Tulisan Tangan Lebih Efektif?


Bang, izinkan saya bertanya satu hal mengenai kegiatan tulis-menulis. Saya adalah seorang mahasiswa semester II  jurusan Sastra Indonesia. Saya bercita-cita menjadi seorang NOVELIS dengan karya-karya novel roman yang diterbitkan di seluruh belahan negara di dunia. Yang jadi pertanyaan saya adalah:
  1. Apakah saya harus menulis menggunakan pena dan selembar kertas, atau sebuah laptop dengan Microsoft Word?
  2. Lebih cepat menggunakan media apa supaya saya cepat menguasai kegiatan menulis novel?
  3. Banyak orang yang beranggapan bahwa menulis dengan tangan akan membuat si penulis cepat belajar. Apakah itu benar?
Pengirim: Ari Setyawan (20 tahun, Yogyakarta)
Jawaban:

Konsultasi Penulisan ini adalah hasil kerjasama antara PenulisLepas.com dengan Sekolah-Menulis Online dan DapurBuku.com
Halo Ari, salam kenal dari saya, dan salut untuk mimpi Anda yang luar biasa!
Seseorang yang ingin sukses memang harus punya mimpi besar, dan yakin bahwa mimpinya itu akan terwujud suatu saat kelak. Namun agar mimpi menjadi penulis kelas dunia tersebut benar-benar tercapai, tentu saja Ari harus membarenginya dengan perjuangan, pengorbanan, keuletan dalam bekerja, dan tak kenal menyerah. Tanpa itu semua, mustahil mimpi besar tersebut akan tercapai.
Semoga sukses ya!
Mengenai ketiga pertanyaan Ari, sebenarnya semua itu sangat relatif, karena masing-masing orang punya preferensi yang berbeda-beda. Ada penulis yang merasa kurang nyaman bila mengetik naskah dengan laptop. Dia lebih suka pakai PC. Ada pula penulis yang lebih suka menulis naskah dengan mesin tik manual. Bahkan ada teman saya sesama penulis yang hingga hari ini masih lebih suka menulis cerpen dengan tulisan tangan.
Jadi, saya tak akan menjawab pertanyaan Ari satu-persatu. Sebab itu semua tergantung diri kita masing-masing. Tiap penulis punya kecenderungan dan preferensi yang berbeda-beda dalam menulis.
Saran saya, sebaiknya Ari gunakan saja sarana yang paling Ari sukai, yang menurut Ari paling enak dipakai untuk menulis naskah.
“Bagaimana cara mengetahui sarana mana yang pas dengan saya?”
Tentu saja dengan mencoba. Cobalah semua sarana yang ada, maka nanti Ari akan tahu sendiri sarana mana yang paling pas bagi Anda.
Jangan hiraukan pendapat teman-teman lain yang berkata (misalnya), “Menulis novel dengan tulisan tangan itu lebih baik dan hasilnya lebih maksimal”.
Pendapat teman yang seperti ini tentu saja benar. Tapi itu benar UNTUK DIRINYA SENDIRI. Untuk orang lain belum tentu.
Satu hal yang perlu kita sadari:
Hal yang membuat kita merasa nyaman dengan “alat tulis” tertentu adalah KEBIASAAN. Bila ada orang yang sejak dulu terbiasa menulis cerpen dengan tulisan tangan misalnya, dan ketika ada mesin tik bahkan komputer dia merasa enggan mengubah kebiasaan, maka sampai kapanpun dia akan tetap merasa lebih nyaman menulis cerpen dengan tulisan tangan.
Coba Ari bayangkan bila ada orang yang terbiasa menulis dengan mesin tik manual, lalu suatu saat nanti mesin tik manual sudah musnah dari muka bumi ini, tak ada satu pun yang tersisa. Apa yang akan terjadi dengan orang ini? Bila dia ngotot bertahan dengan kebiasaannya, maka dapat dipastikan bahwa dia akan berhenti menulis.
Padahal dia mungkin punya mimpi besar seperti Ari, yakni menjadi penulis kelas dunia. Tentu sangat disayangkan, bukan? Mimpi dia kandas hanya gara-gara dia tidak bersedia mengubah sebuah kebiasaan. Padahal ini merupakan sesuatu yang sangat “sepele” dan sangat mudah dilakukan, asalkan dia mau berusaha.
Dulu, saya pun awalnya menulis dengan mesin tik manual. Lalu tiba-tiba muncul komputer. Terus terang, saat itu saya pun sempat berpikir bahwa menulis dengan mesin tik manual jauh lebih bagus hasilnya. Print out dari komputer (apalagi printer saat itu masih berbentuk dot matrix yang hasilnya memang kurang bagus) sering membuat saya kecewa karena “tidak sesuai harapan”.
Tapi saya kemudian sadar bahwa kita harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Singkat cerita, saya kini alhamdulillah bisa merasa nyaman mengetik dengan laptop.
Dan khusus mengenai pertanyaan nomor 2:
Kemampuan kita untuk menguasai penulisan novel atau tulisan jenis apapun, tak ada kaitannya dengan sarana yang kita gunakan. Agar menjadi seorang penulis novel yang hebat, yang Ari butuhkan adalah banyak berlatih menulis, banyak belajar dari novel-novel yang sudah ada, dan pelajari ilmunya.
Semoga penjelasan ini membantu, ya. Salam sukses!

No comments: